Posted in #Story When The Rain, FanFiction

Sweet Rain Minseok Ver.

hyojooniefiction Present | Sweet Rain | Cast Lussy and Minseok | Original Story By Tiara Song  | Rating General | Lenght Drabble

SWTRN MIN 

Saat itu hujan benar-benar tengah deras saat Minseok menyematkan jaketnya pada Lussy di sebuah perkemahan di pinggiran hutan. Mereka berdua dan semua mahasiswa seangkatan dari fakultas kedokteran tengah melakukan kegiatan berkemah di bulan Juni.

Dan mereka semua sedang cukup ketakutan dengan kemungkinan longsor atau pohon tumbang ketika itu.

Lussy berdoa, jika memang saat ini adalah akhir hidupnya maka ia ingin melewati akhir hidupnya ini dengan orang yang ia sayangi.

Maka ketika Minseok duduk di sebelahnya dan memeluknya dari pinggir, ia tahu doanya bisa saja terkabul.

“Kau takut ya?”

Minseok bertanya dengan nada khas dirinya yang bersuara tenor.

Semakin dilihat dan diperhatikan, laki-laki di sampingnya itu semakin kurus saja jika di bandingkan dari pertemuan mereka dua setengah tahun lalu. Dulu pipi Minseok terlihat seperti bakpao kesukaan Lussy dan sekarang sudah tirus seperti bungkusan citos yang sudah terbuka, kosong tak berisi.

“Lu?”

Bersamaan dengan suara itu ada jentikan tangan Minseok di hadapannya, Lussy menoleh.

“Kau bilang apa?”

“Aku bilang: kau takut ya, hujan deras begini di tengah hutan?”

Kening Lussy mengerut, “Bukan tengah hutan, tapi pinggir hutan, Min?”

Minseok atau yang Lussy panggil Min itu hanya memutar bola matanya, “Ya, ya. Tapi coba kau perhatikan kita semua di kelilingi pohon tinggi, kan. Ini sudah seperti tengah hutan saja, kan. Kita ini sedang jauh dari peradaban yang semestinya. Dan kita tidak bisa menyelamatkan diri jika sesuatu yang buruk terjadi.”

“Menurut pengamatanku, yang ketakutan itu dirimu sendiri.”

Min menatap Lussy dengan pandangan kaget, seperti kucing yang tertangkap basah telah mencuri ikan di dapur. Kemudian Min tertawa sumbang dan Lussy merasa ia ingin tertawa terpingkal melihat itu.

“Benarkan, pengamatanku?”

Lussy memandang Min meminta pengakuan. Namun Min masih belum terlihat tanda-tanda akan menjawab melihat matanya hanya terus menghindari Lussy. Membuat Lussy berdecak sebal kemudian secepat kilat –yang bisa saja menyambar salah satu pohon tinggi di sana– Lussy merasakan kecupan hangat di pipinya ketika ia memalingkan wajah dari Min, kemudian Lussy menatap Min dengan pandangan tidak terima namun pipi bakpaonya yang seperti berlumuran saos tomat itu tidak dapat ia sembunyikan begitu saja.

So?”

Minseok menaikkan pundaknya saat Lussy masih meminta pengakuan.

“Aku bukannya takut, aku hanya khawatir.”

“Memang apa perbedaan takut dan khawatir? Keduanya terdengar sama saja?”

Minseok kembali menaikkan pundaknya. Dan menolak berkata lagi.

Adakalanya Minseok seperti itu, dia lebih suka dengan kata sehat daripada diet, bosan daripada kesepian, sedikit rindu daripada agak rindu atau seperti tadi, khawatir daripada takut. Lussy tidak begitu mengerti dengan itu tapi dia beranggapan bahwa laki-laki itu memiliki alasan oleh karenanya.

Maka ketika suatu hari pada kesempatan hujan berikutnya Minseok berkata, “Aku lebih menyukai menikah daripada pacaran.”

Lussy merasa benar-benar buntu, dia tidak mengerti dengan itu. Lussy hanya mengerti bahwa pasangan perlu saling mengenal untuk bisa hidup berbagi disaat senang maupun susah selamanya, dan dia meyakini bahwa cara pengenalan tersebut adalah dengan pacaran. Sementara Minseok, laki-laki itu beranggapan bahwa selama dia sudah cukup mengenal sifat mutlak seseorang, maka untuk apa lagi terus menerus berada di balik status berpacaran, karena sebuah pengenalan yang lebih intens adalah ketika sebuah hubungan disatukan dalam sebuah pernikahan.

Dan ketika itu Lussy sungguh berada pada dilema, dia menyukai Minseok tapi dia belum cukup mengerti akan segala pemahaman dia tentang laki-laki itu, bahkan Lussy tidak mengerti hanya dengan kata khawatir daripada takut,

Sungguh sebuah kegalauan.

===================

 Allo, Iwed ..

Dirimu pernah request cerita tentang Xiumin, dan inilah jawabanku..

Bener-bener maaf kalau jadinya nggak seperti yang kamu bayangin ya, Wed.. karena bayanganku soal Xiumin seperti ini.. ternyata. Hehehe

Cerita ini punya arti spesial sebenernya, buat aku pribadi. Karena ketika aku selesai nulis ini –yang notabene cuma makan waktu beberapa menit saking pendeknya– bawa efek tenang campur lega. Entah karena efek dari ‘yes! Utangku sudah lunas’ atau sebuah ‘kegalauan’ yang aku sediri nggak bener-bener paham sebabnya apa, tapi ya beginilah adanya. Hehehe

Dan juga, tentang orang yang lebih suka kata bosan daripada kesepian dan sedikit rindu daripada agak rindu, itu aku dapet dari ‘catatan penulis’ di novel Style karya Baek Young-ok … beliau bilang mengirimkan novelnya tersebut untuk orang yang menyukai kata-kata seperti diatas.

Kemudian..

JJAN!

 terciptalah ini^^

6 thoughts on “Sweet Rain Minseok Ver.

  1. MBAAAAAAAAK SORI BARU BISA NONGOL
    koneksi internet ngenes dan kadang sok sibuk kuliah
    SUER INI KEREN MBAAAAAK
    kata2nya juga isinya, sampe2 ak ngebayangin jd si lussy
    kayaknya keren deh, berduaan ngobrol sm xiumin pas hujan2 :3
    oke ak mulai ngayal, sorry
    tp suer ini keren 😀

    1. Iweeed, kangeeen wkwk
      kirain nggak bakal kesini lagi, aku udah pasrah kalau ini ff nggak bakal kamu baca,
      tahu2 pas ngecheck email ada laporan komen dari kamu, i’m so happy ^^ thank a lot ..

      semangatt kuliaaahnya yaa ..

      1. kangen juga mbaak, ngga lah, bakal main2 k wpnya mbak imut, tp ya itu, nunggu koneksi yahud -_-
        smangat berkarya 😀

  2. Byuh, aku terdampar gara2 reblog-annya mbak iwed. Apalagi baru2 ini lagi jatuh cintrong sama mas bakpao.
    Ini kece banget mbak. Isinya ngena dan bikin baperrrm huhuhuh. Mau dong punya calon suami kayak Umin di fanfic ini. Langsung dibawa ke pelaminan dan nggak usah pacaran bertahun-tahun, kekeke~

    1. allo, yang terdampar hehe
      selamat datang di pulau kecil punya cerita ini, semoga nggak nyesel terdampar disini hehe

      makasii yaa udh like plus komen, salam kenal^^

Replies

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s